Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat
terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan
kemampuan masing – masing. Berhasil atau tidaknya suatu
harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada
diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan
terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Seperti contohnya saja si a berharap semester
2 ia ingin mendapatkan ip diatas 3 , maka ia harus sungguh-sungguh dalam
belajar agar bisa tercapai apa yang ia inginkan. Selain ia suda berusaha maka
barengilah dengan doa agar usaha kita didengar oleh Tuhan dan dikabulkan.
Tuesday, June 30, 2015
Wednesday, May 6, 2015
Manusia dan Penderitaan
Penderitaaan
dapat muncul secara lahiriah, batiniah atau lahir-batin. Penderitaan secara
lahiriah dapat timbul karena adanya intensitas komkosisi yang mengalami
kekurangan atau berlebihan, seperti akibat kekurangan pangan menjadi kelaparan,
atau akibat makan terlalu banyak menjadi kekenyangan, tidak dapat dipungkiri
keduanya dapat menimbulkan penderitaan. Adapula kondisi alam yang ekstrem,
seperti ketika terik matahari membuat kepanasan, atau saat kehujanan membuat
kedinginan.
Ada pula penderitaan yang secara lahiriah seperti sakit hati karena dihina, sedih karena kerabat meninggal, putus asa karena tidak lulus ujian. Atau penyesalan karena tidak melakukan yang diharapkan. Sementara yang lahir-batin dapat muncul dikarenakan penderitaan pada sisi yang satu berdampak pada sisi yang lain atau dengan kata lain penderitaan lahiriah memicu penderitaan batiniah atau sebaliknya. Misal akibat kehujanan badan menjadi kedinginan namun tidak ada tempat berteduh akibatnya mendongkol, risau atau menangis. Ada pula karena putus asa tidak lulus ujian menjadi tidak mau makan dan menimbulkan perut sakit.
Ada pula penderitaan yang secara lahiriah seperti sakit hati karena dihina, sedih karena kerabat meninggal, putus asa karena tidak lulus ujian. Atau penyesalan karena tidak melakukan yang diharapkan. Sementara yang lahir-batin dapat muncul dikarenakan penderitaan pada sisi yang satu berdampak pada sisi yang lain atau dengan kata lain penderitaan lahiriah memicu penderitaan batiniah atau sebaliknya. Misal akibat kehujanan badan menjadi kedinginan namun tidak ada tempat berteduh akibatnya mendongkol, risau atau menangis. Ada pula karena putus asa tidak lulus ujian menjadi tidak mau makan dan menimbulkan perut sakit.
Nasib buruk merupakan Penderitaan
yang dikarenakan umat manusia penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan
buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia
dengan alam sekitarnya. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi
baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan
nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib
buruk itu manusia penyebabnya.
· Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab
Tuhan yaitu Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit
atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat
merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
Manusia dan Keadilan
Keadilan
adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jadi,
keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara
pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara penuntut hak dan
orang yang menjalankan kewajiban.
Setiap manusia berhak diperlakukan
adil dan berlaku adil dengan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Orang
yang menuntut hak, tapi lupa kewajiban, tindakannya pasti akan mengarah pada
pemerasan, sebaliknya orang yang menjalankan kewajiban, tetapi lupa menuntut
hak akan mudah diperbudak oleh orang lain. Sebagai contoh, seorang karyawan yang
hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa meningkatkan hasil kerjanya cenderung
disebut pemeras. Sebaliknya, seorang majikan yang terus menerus memeras tenaga
orang lain, tanpa memperhatikan kenaikan upah dan kesejahteraannya cenderung
memperbudak pegawainya. Oleh karena itu, untuk memperoleh keadilan, misalnya
kita menuntut kenaikan upah, tetapi mengiringi dengan usaha meningkatkan
prestasi kerja kita. Apabila kita menjadi majikan, kita harus memikirkan
keseimbangan kerja dengan upah yang mereka terima.
Thursday, April 30, 2015
Manusia dan Keindahan
Keindahan adalah sesuatu yang
sangat menenangkan jika kita sedang bersedih. Membuat kita terkesima dan
terpaku saat melihat dan terpakut atau memperhatikan sesuatu keindahan yang
baik, sesuatu yang cantik dan sesuatu yang menenangkan pikiran serta membuat kita
nyaman. Manusia dan keindahan adalah satu
kesatuan yang tidakbisa dipisahkan karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang
paling indah. DiIdonesia sendiri banyak dan berbeda jenis manusianya. Dari sini
kita seharusnya bangga terhadap ngara kita karena kaya akan jenis manusianya
dan ragamnya. Walaupun berbeda-beda tetap satu tujuan. Manusia diIndonesia itu
seperti pelangi, tau kenapa ? karena pelangi indah dilihat dari banyak warnanya
begitupun diIndonesia banyak sekali warna-warna yang berbeda disitu lah
keunikan dan keindahan manusia diIndonesia. Selain manusianya yang unik dan
beragam diIndonesia juga tidak kalah indah untuk masalah alam, dari sabang
sampai merauke banyak sekali keindahan yang bisa memanjakan mata kita. Kita
sebagai manusia diwajibkan selalu menjaga keindahan Indonesia agar bisa
dinikmati terus menerus. Jika alam Indonesia tidak indah lagi, apa yang akan
menjadi keindahan kita nantinya.
Manusia dan Cinta Kasih
Sebelum membahahas manusia dan cinta kasih , kita
harus tau apa itu cinta dan kasih ?. Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang kepada lawan jenisnya. Sedangkan kasih
artinya perasaan sayang atau menaruh belas kasihan. Dengan kata lain cinta dan
kasih memiliki hampir memiliki kesamaan arti tetapi kata kasih memperkuat arti
dari cinta. Jadi Cinta Kasih dapat diartikan suatu perasaan manusia yang
berdasar pada ketertarikan antar makhluk hidup dengan didasari pula rasa belas
kasih. Namnu pada zamarn modern saat ini saya kira banyak yang tidak
mengerti makna cinta dan kasih. Banyak pembunuhan yang tidak masuk akal seperti
contohnya anak sendiri membunuh ibu kandungnya, teman tongkrongan dibunuh
akibat kalah main judi, pacar sendiri tega dianiaya hingga meninggal.
Sebenarnya apa yang mereka pikirkan sampai ibu sendiri, teman ataupun pacar
sampai dibunuh ? apakah dengan cara membunuh akan menyelesaikan masalah?.
Disini saya berfikir , mungkin mereka yang melakukan seperti itu kurang adanya
rasa cinta dan kasih yang mereka miliki. Karena mereka yang dididik dengan rasa
cinta dan kasih tidak akan melakukan seperti itu, mereka juga pasti akan
berfikir dua kali untuk melakukannya. Selain itu juga ada factor lain seperti
teman pergaulan mereka yang tidak baik. Maka dari itu untuk menghindari
perbuatan seperti itu , kita harus memiliki rasa cinta kasih yang telah
diberikan orang tua kita atau pun pada lingkungan sekitar agar tidak melakukan
perbuatan yang tidak ingin dikehendaki.
Wednesday, April 22, 2015
Manusia dan Kebudayaan
Pada zaman yang sudah modern saat ini
, lambat tahun kebudayaan diIndonesia makin dilupakan dengan masyarakatnya
sendiri, dikarenakan masayarakat mudah terpengaruhi oleh budaya asing. Padahal
diIndonesia memiliki banyak budaya yang sangat beragam dan unik. Budaya yang
begiu beragam kini jarang bisa kita lihat.
Kita ambil cotoh kecil saja, banyak anak sd zaman sekarang sudah
menggunakan gadget padahal untuk seumuran anak sd seharusnya belum meggunakan gadget dikarenakan banyak permainan tradisional yang bisa mereka mainkan seperti halnya bermain kelereng, petak umpet, congklak dan lainnya. Kita seharusnya selalu melestarikan budaya tradisional agar bisa terus di manfaatkan walapun zaman semakin modern dan tidak hanya itu kita juga harus bisa memperkenalkan budaya kita keluar agar orang asing pun tau bahwa budaya kita sangat menarik dan unik untuk di terapkan sehari-hari.
Konsepsi IBD Dalam Kesusastraan
Sastra berasal dari kata castra berarti
tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam
tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan,
kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya. Sastra dalam arti
khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan
perasaan manusia. Seni tidak hanya berhubungan dengan tulisan tetapi dengan
bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran
tertentu
Masalah sastra dan seni sangat erat
hubungannya dengan ilmu budaya dasar,oleh karena itu materi yang dibahas pada ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan
sastra dan seni. Budaya Indonesia
sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam
konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah
sebagai berikut :
- Kenyataan bahwa bangsa
indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg
tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari
ikatan2 dan kedaerahan .
- Proses pembangunan yg sedang
berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif
berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga
dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
- Indonesia juga memiliki banyak jenis sastra dikarenakan memiliki banyak suku dan budaya yang memiliki berbagai macam bahasa. Bahasa tersebut dapat dijadikan sebagai ajakan untuk melestarikan bahasa daerah agar tidak hilang seiring zaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)